KD. 3.11 Pembelajaran Kolaboratif Daring

A. Perangkat Lunak Pembelajaran Kolaboratif Daring

    Pembelajaran kolaboratif daring merupakan kegiatan yang beranggotakan pendidik dan peserta didik sekolah-sekolah yang saling bermitra dari berbagai wilayah/negara dalam kelas maya (cyber classroom) yang dibangun bersama dalam bentuk website. Pembelajaran dalam kelas tersebut mengambil topik tertentu. Jika dilaksanakan antarnegara maka digunakan pengantar Bahasa Inggris,


1. Pemanfaatan Kelas Maya


    Kelas maya disebut juga kelas virtual (virtual class). Kelas maya merupakan lingkungan belajar hanya dalam konten digital yang disimpan, diakses, dan dipertukarkan melalui jaringan komputer dan sistem informasi sehingga dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Dalam kelas maya kemajuan proses belajar dapat dipantau oleh pengajar ataupun peserta didik. Selain digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh (distance education), sistem tersebut juga dapat digunakan sebagai tambahan atau penunjang dalam kelas tatap muka.


a. Aktivitas Sistem Kelas Maya


    Secara umum, kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh siswa dalam kelas maya dapat digambarkan sebagai berikut.

  • Siswa menempati kelas dengan jadwal tertentu. Kelas tersebut khusus disediakan untuk pembelajaran secara virtual sehingga pada kelas telah dilengkapi dengan pengeras suara, LCD projector, komputer, mikrofon, dan beberapa kamera pengawas. Alat-alat tersebut terhubung melalui jaringan ke komputer milik guru atau pengajar.
  • Interaksi antara siswa dan guru dilakukan di tempat terpisah dengan syarat waktu kelas tetap disepakati bersama antara keduanya.
  • Siswa yang berada di kelas, mengikuti presentasi melalui website kelas maya yang juga menampilkan wajah guru. Jika ada pertanyaan, maka siswa tinggal maju ke depan dan bertanya melalui mikrofon yang tersedia.


b. Penerapan Sistem Kelas Maya


    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan kelas maya adalah sebagai berikut

  • Ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak pendukung yang dibutuhkan
  • Tersedianya infrastruktur jaringan pendukung yang memadai.
  • Kebijakan yang mendukung pelaksanaan kelas maya.


c. Hasil Pelaksanaan Kelas Maya


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kelas maya agar mendapatkan hasil yang maksimal adalah sebagai berikut.

  • Kelas maya harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Selain itu, juga menciptakan suasana belajar di kelas yang lebih interaktif dan dinamis. Hal tersebut, antara lain dapat diwujudkan dengan merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dan spesifik, menyusun bahan belajar yang baik, dan memfasilitasi terjadinya komunikasi timbal balik antara siswa dan guru.
  • Kelas maya harus dapat menyediakan berbagai fasilitas kelas yang terintegrasi (bahan ajar, rencana pembelajaran, tugas-tugas, dan penilaian hasil belajar) dan dapat mengukur pencapaian kompetensi siswa.
  • Kelas maya juga perlu dirancang supaya siswa dapat berbagi hasil karya dan bertukar pengalaman dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya. Misalnya, konferensi jarak jauh (desktop video conference) dapat digunakan untuk ceramah atau penyajian. Dapat juga dilakukan simulasi secara online mengenai penerapan pengetahuan tentang prosedur melakukan sesuatu yang baru dipelajari. Simulasi seperti ini harus dirancang untuk dapat memperoleh umpan balik sehingga dapat diketahui penerapan pengetahuan yang disimulasikan tersebut benar atau salah.


2. Jenis-jenis Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya


    Dalam rangka mendukung kelas maya, dimanfaatkanlah berbagai perangkat lunak yang padal umumnya berbasis web. Secara umum, dikenal dua jenis aplikasi, yaitu aplikasi Learning Management System (LMS) dan Learning Content Management System (LCMS). Dalam perkembangan selanjutnya, seiring meluasnya pemanfaatan Social Network (SN) seperti Facebook, muncullah aplikasi Social Learning Network (SIN) sebagai salah satu alternatif bentuk kelas maya.


a. Learning Management System (LMS)


    LMS adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola pembelajaran, mengirimkan konten (content delivery system), dan melacak aktivitas daring seperti memastikan kehadiran dalam kelas maya, memastikan waktu pengumpulan tugas, dan melacak hasil pencapaian siswa.


    Guru dapat menggunakan aplikasi ini untuk berbagi sumber belajar berinteraksi dan berdiskusi dengan siswa, menyampaikan pengumuman, memberi tugas ataupun ujiars, serta memberikan penilaian sedangkan siswa dapat membaca materi belajar menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta mengirimkan tugas dan menjawab soal soal ujian Contoh LMS adalah Moodle. Dolcos, dan aTutor


b. Learning Content Management System (LCMS)


    LCMS adalah aplikasi yang digunakan untuk mendaftar, menyimpan menggabungkan, mengelola, dan mempublikasikan konten pembelajaran untuk penyampaian melalui web, bentuk cetak, ataupun CD. LCMS tidak hanya dapat membuat, mengelola dan menyediakan modul-modul pembelajaran, tetapi juga mengelola dan menyunting (mengedit) semua bagian yang membentak sebuah katalog Contoh LCMS adalah Claroline dan e-doceo solutions (Talentsoft Learning).


c. Social Learning Network (SLN)


    Social learning network (SLN) atau sering disebut dengan jejaring sosial untuk pembelajaran merujuk pada koneksi interpersonal melalui interaksi dengan tujuan utama pengembangan pengetahuan Secara lebih rinci, SLN merujuk pada beberapa penggunaan sebagai berikut.

  • Penggunaan Social Network (SN) untuk pembelajaran dalam pendidikan formal.
  • Penggunaan SN oleh para pelajar dalam kolaborast/diskusi yang dilaksanakan secara informal
  • Penggunaan laman yang secara khusus dirancang untuk pembelajaran melalui jejaring sosial (SLN)
  • Penggunaan SLN yang secara khusus dikembangkan sendiri oleh guru.



B. Fitur Pembelajaran Kolaboratif Daring


Pada subbab ini kita akan mempelajari beberapa fitur dalam perangkat lunak Google Dokumen. Langkah pertama yang harus dilakukan sebagai berikut.


  1. Buka Google Drive

  2. Pilih Tanda (+)

  1. Pilih Google Dokumen

  1. Setelah masuk ke Googke Dokumen, silahkan ketikan sesuatu yang akan di buat. Seperti: proposal, dsb.

  1. Jika sudah tekan tanda (✓) di bagian atas sebelah kiri.

  2. Lalu tekan tanda (+) dan 👤 untuk membagikan

  1. Tekan "Tidak dibagikan" pada bagian atas keyboard

  1. Pilih "Dibatasi"

  1. Lalu pilih "Siapa saja yang memiliki link"

  1. Langkah terakhir bagikan kepada teman atau guru, dengan menuliskan alamat emailnya di kolom "Tambahkan orang atau grup"

  1. Jika di file yang dibagikan bertanda seperti di bawah ini, si penerima link dapat membuka file yang anda bagikan

Komentar